Konsep lapisan batas
pertama kali dikemukakan pada tahun 1904 oleh Ludwig Prandtl, seorang ahli
aerodinamika Jerman. Analisa gerak aliran fluida umumnya dapat dibagi menjadi
dua bagian yang pengaruh gesekannya besar yaitu di daerah lapisan batas dan di
luarnya adalah aliran yang tanpa
pengaruh gesekan.
Pada aliran fluida
bergesekan, pengaruh gesekan akan menimbulkan lapisan batas. Lapisan Batas
adalah daerah yang melingkupi permukaan
aliran, dimana tepat di bawah lapisan batas terdapat hambatan akibat pengaruh
gesekan fluida dan tepat di atas lapisan batas aliran fluida adalah tanpa
hambatan, sehingga untuk menganalisa pengaruh gesekan fluida, penting untuk
diketahui konsep tentang lapisan batas tersebut.
Lapisan batas pada
aliran internal akan berkembang terbatas sampai dapat meliputi seluruh penampang
aliran fluida dan hanya terjadi pada
daerah di sekitar lubang masuk aliran sehingga pada umumnya dapat diabaikan dan
aliran dianggap seragam. Namun pada aliran eksternal pertumbuhan lapisan batas
tidak terbatas sehingga umumnya pembahasan perkembangan lapisan batas menjadi
sangat penting.
Lapisan batas ini akan berkembang
terus sampai suatu panjang tertentu yang disebut sebagai panjang masukan
(entrance length) kemudian lapisan batas tidak dapat berkembang lagi (Fully developed
flow). Untuk aliran internal dan laminar yaitu dengan Re< 2300 maka panjang
masukan, LE adalah fungsi angka Reynold yaitu:
LE/D ≈ 0,06 ρ v D/µ
LE ≈ 0,06 x Re x D
≈138D
Sedangkan untuk aliran
internal turbulen, dari hasil percobaan, panjang masukannya adalah antara 25D
atau 40D.
Gbr Pola Aliran
Terkembang Penuh Di dalam Pipa
Pada daerah masuk,
fluida dekat tengah-tengah pipa
tampaknya tidak dipengaruhi oleh gesekan, sedangkan fluida dekat dinding
telah dipengaruhi oleh gesekan. Daerah dimana efek gesekan terlihat dengan jelas
disebut lapisan batas. Mula-mula waktu lapisan batas masih tipis, aliran di
dalam lapisan ini bersifat laminar. Tetapi waktu lapisan batas ini telah tumbuh
dan mencapai suatu tebal tertentu, maka aliran dapat bersifat turbulen. Analisa
lapisan batas pada dasarnya dapat berhasil bila lapisan tersebut tipis
dibandingkan dengan dimensi-dimensi yang penting seperti misalnya jarak dari
ujung depan pelat. Syarat ini umumnya dipenuhi bila bilangan Reynolds melebihi
angka 104. Di luar lapisan batas, aliran dapat dianggap tidak viskos
dan dapat dianalisa berdasarkan anggapan tersebut.
Gbr Pembentukan Lapisan
Batas
Lapisan
Batas Laminar
Untuk aliran laminar
yang sejajar pelat, tegangan gesernya adalah:
Dengan memilih profil
kecepatan yang sesuai maka persamaan di atas dapat diselesaikan dan hasilnya
dapat dibandingkan denganpenyelesaian eksak. Hasil-hasil metoda pendekatan di
atas untuk aliran laminar menunjukkan jawaban yang memenuhi persyaratan teknik.
Lapisan
Batas Turbulen
Dalam menghitung
karakteristik lapisan batas turbulen kita dapat menggunakan prosedur yang
serupa untuk aliran laminar. Untuk aliran laminar, kita hitung tegangan geser
fluida permukaan dan gradien kecepatan du/dy,dan untuk itu kita gunakan suatu
profil kecepatan yang kita misalkan. Untuk aliran turbulen dijumpai kesukaran, salah
satu sebabnya adalah karena adanya sub-lapisan laminar dan transisi
mantap
BalasHapus