Mengulang memori lama...
Cuacanya kurang lebih sama seperti sore ini. Mendung, Hujan. Kala itu saya sedang di balairung. Tidak seperti hari - hari lainnya. Hari itu merupakan hari yang spesial. Banyak raut kebahagiaan di tempat itu. Masing - masing dari kita, para wisudawan/wati berkumpul bersama orang yang spesial, mengukir kenangan. Termasuk saya.
Masih jelas dalam ingatan saya, 2 orang perwakilan dari kami para mahasiswa melantunkan lagu "Andai aku t'lah Dewasa milik Sherina'. Begitu mengena. Entah mengapa jika berhubungan dengan hal-hal yang menyangkut kedua orang tua, saya begitu perasa. Ditambah lagi suasana balairung saat itu benar-benar memunculkan kembali masa-masa saya pertama kali masuk UI, menjadi mahasiswa baru. Banyak memori yang bermunculan saat itu.
Saat itu memang sedang Hujan. Kedua orang tua saya masih menunggu di samping balairung bersama para orang tua yang lain. Terkadang luapan emosi yang berkesan bukanlah dari tawa, maupun canda yang diekspresikan. Masih terekam dengan jelas dalam ingatan saya, saat itu acara wisuda sudah selesai. Ibu saya masuk ke dalam balairung mencari saya. Ketika kami bertemu bukanlah luapan tawa yang beliau tunjukkan namun tangis. Ibu saya memeluk saya dan menangis. Bukan menangis tersedu - sedu melainkan luapan kebahagiaan yang disertai dengan air mata. Pertama kali dalam hidup saya menangkap ekspresi ibu yang seperti itu. Saya benar-benar ingin merasakan kembali momen itu. Saya mendapatkan pelajaran bahwa kebahagiaan yang benar - benar tulus itu dapat kita contoh dari kedua orang tua kita.
Semoga kita senantiasa dilimpahkan kesehatan. Bapak, Ibu, fakhri & Indra. Karena nikmat yang terpenting selain Iman dan Islam adalah kesehatan. Semoga kita kelak dapat kumpul bersama - sama kembali di surga-Nya. Karena mau tidak mau, suka atau tidak, kita pasti akan kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar